• Distributor Bahan Kimia Industri dan Makanan
  • supplier bahan kimia
  • Distributor Bahan Kimia Kosmetik
Supplier Bahan Kimia

Distributor Bahan Kimia Kosmetik

Distributor Bahan Kimia Kosmetik

Distributor Bahan Kimia Kosmetik

Jika Anda berencana untuk mulai menciptakan kosmetik merek sendiri, berarti Anda akan membutuhkan distributor bahan kimia kosmetik yang aman dan terpercaya. Semua kosmetik pasti membutuhkan beberapa bahan kimia yang memang menjadi bahan utama di dalamnya.

Namun, Anda tidak boleh sembarangan membeli bahan kimia, sebab tidak semua bahan kimia bagus dan tidak berbahaya. Anda perlu mencari distributor bahan kimia kosmetik yang mampu memberikan Anda bahan-bahan kimia untuk kosmetik yang aman dan tidak melanggar peraturan BPOM. Dengan demikian, kosmetik merek Anda akan lebih mudah mendapatkan nomor seri BPOM yang resmi dan akan lebih mudah untuk dipasarkan.

Jadi, Anda sangat perlu mengenal bahan-bahan apa saja yang biasa ada di dalam produk yang dapat digunakan sehari-hari. Jika Anda tidak terlalu memperhatikannya, bisa-bisa produk yang Anda ciptakan nantinya ternyata mengandung bahan kimia beracun.

Meski demikian, sebenarnya ada banyak bahan kimia yang digunakan dalam produk kosmetik, hanya saja Anda harus tahu mana yang aman untuk kulit dan mana yang tidak. Anda juga perlu mengetahui kadar aman bahan tersebut berada di dalam sebuah produk kosmetik berapa agar tidak membahayakan konsumen Anda nantinya. Jadi, ingin tahu kira-kira apa saja bahan kimia yang biasanya dibutuhkan dalam produk kosmetik dan berapa presentase kadar amannya ketika akan digunakan di dalam sebuah produk kecantikan? Selengkapnya akan dibahas di bawah ini, simak, yuk!

Tengok juga: Chemical Supplier Jakarta

Paraben di Dalam Kosmetik, Aman atau Tidak?

Paraben merupakan sekelompok senyawa organik yang umumnya dipakai sebagai pengawet untuk beragam produk kecantikan seperti sampo, pelembab kulit, kondisioner, kosmetik, hingga krim untuk cukur. Namun, kini banyak beredar rumor bahwa paraben dicurigai menciptakan dampak buruk pada kesehatan alat reproduksi dan juga dicurigai menjadi penyebab kanker payudara.

Padahal, sebenarnya di dalam produk kecantikan, paraben merupakan salah satu bahan kimia yang aman dipakai selama tidak melebihi batas kadarnya sebanyak 0,14% di dalam sebuah produk. Paraben sendiri sebenarnya digunakan untuk mencegah kontaminasi bakteri atau jamur di dalam produk kecantikan, perawatan tubuh, dan kosmetik agar tidak menyebabkan penyakit dan juga infeksi. Jadi, dapat dikatakan bahwa paraben merupakan bahan pengawet yang aman.

Bahkan, menurut seorang professor dermatologi di McGill University, justru setiap produk kecantikan yang bersentuhan dengan kulit harus mengandung pengawet agar tidak terkontaminasi dengan jamur dan bakteri yang dapat membahayakan pelanggan.

Paraben sendiri sebenarnya terdiri dari beberapa jenis, yaitu, Methylparaben, Propylparaben, Ethylparaben, dan Butylparaben. Methylparaben merupakan salah satu bentuk paraben yang secara alamiah bisa ditemukan di dalam buah blueberry dan bekerja sebagai zat antimicrobial.

Alkohol di Dalam Produk Kecantikan, Bahayakah?

Alkohol merupakan sebuah bahan kimia yang biasa digunakan untuk mencampur atau juga mengencerkan senyawa kimia lainnya. Selain itu, alkohol juga umum digunakan sebagai pengawet untuk menggantikan paraben. Alkohol sendiri sebenarnya memiliki beberapa bentuk yang namanya cukup berbeda-beda, yaitu Cethyl Alkohol, Panthenol, Benzyl Alkohol, dan Etanol.

Beberapa bentuk alkohol dilabeli dengan lambang emolient yang berarti alkohol tersebut ramah untuk digunakan dan tidak hanya berlaku sebagai pengencer bahan kimia tetapi juga bisa untuk moisturizer kulit. Namun, untuk jenis alkohol seperti etanol, kegunaannya hanyalah untuk mengencerkan senyawa kimia lainnya dan dapat menyebabkan rasa panas pada sebagian orang ketika kulitnya terpapar senyawa satu ini.

Sulfat di Dalam Produk Kecantikan untuk Apa?

Sulfat merupakan senyawa kimia lainnya yang dapat dibeli di distributor bahan kimia kosmetik. Sulfat umum dipakai di beberapa produk kecantikan dan perawatan tubuh seperti sampo, sabun, pasta gigi, dan produk-produk kebersihan tubuh lainnya. Sulfat sendiri merupakan kandungan yang mengacu pada reaksi yang dihasilkan dari asam sulfat dan garam.

Sebenarnya, sulfat tidak berbahaya jika kadarnya berada di bawah 2 persen. Bahkan, sulfat sebenarnya cukup bagus karena sangat baik dalam membersihkan area tubuh yang terkena busanya. Sebab, sulfat memang menimbulkan banyak sekali busa pada produk yang mengandung zatnya. Busa inilah yang diketahui sangat baik dalam membersihkan tubuh.

Akan tetapi, sulfat juga bisa berbahaya jika dimasukkan ke dalam produk kecantikan dengan kadar lebih dari 2 persen dan dibiarkan terkena pada kulit selama lebih dari 24 jam. Hal ini diketahui dapat menyebabkan kulit kehilangan minyak alaminya sehingga bagian tubuh yang terkena akan menjadi sangat kering dan bahkan bisa mengelupas sehingga menyebabkan iritasi.

Aluminium Bisakah Dipakai di Dalam Produk Kecantikan?

Selanjutnya ada aluminium yang bisa Anda beli di distributor bahan kimia kosmetik. Aluminium merupakan bahan kimia yang juga dapat dipakai untuk campuran beberapa produk kecantikan. Biasanya, aluminium menjadi salah satu bahan campuran deodoran, lipstik, dan riasan mata.

Namun, ternyata sayangnya Anda tidak dapat memakai aluminium sebagai bahan kimia di dalam produk kecantikan yang Anda buat. Sebab, baru-baru ini terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa produk kecantikan yang mengandung aluminium ternyata berisiko menyebabkan kanker dan juga masalah neurologis yang berdampak buruk pada urat saraf pemakai.

Sebab, ternyata aluminium menghasilkan racun yang dapat menyumbat kelenjar getah bening di sekitar ketiak dan juga payudara. Hal ini diketahui menjadi penyebab utama terjadinya kanker payudara. Selain itu, aluminium di dalam deodoran juga diketahui mudah terserap ke dalam kulit dan dapat menimbulkan penyakit alzheimer pada penggunanya. Risiko ini diketahui lebih rentan dialami wanita yang terbiasa mencukur bulu ketiaknya, karena pori-porinya lebih terbuka dan memudahkan penyerapan aluminium dan juga kandungan kimia lainnya.

Esens atau Pewangi di Dalam Produk Kecantikan, Bolehkah?

Beberapa produk kosmetik dan kecantikan disukai karena memiliki aroma yang harum. Beberapa produk seperti lipstik, foundation, dan beberapa produk lainnya memiliki harum tertentu seperti buah-buahan, bunga, atau wangi makanan.

Sebenarnya kandungan ini tidak berbahaya selama tidak melebihi ambang batas kadar normalnya. Namun, beberapa orang dengan kulit sensitif mungkin bisa mengalami iritasi dan reaksi alergi pada salah satu campuran bahan kimia satu ini. Jadi, jika ingin menggunakan esens atau pewangi di dalam produk Anda, berarti Anda harus siap untuk tidak memasarkan pada mereka yang memiliki kulit sensitif karena bisa berdampak berbahaya.

Silikon yang Biasa Ditemui dalam Produk Kosmetik

Terakhir adalah silikon, bahan kimia satu ini akan banyak Anda temukan di beragam produk kosmetik. Silikon merupakan bahan kimia yang berguna untuk melindungi kulit dari terpaan sinar matahari. Selain itu, zat kimia satu ini juga dapat membantu kulit dan rambut menjadi lebih lembut.

Beberapa produk yang mengandung silikon biasanya memiliki daftar bahan baku yang bertuliskan –siloxane. Namun, ada salah satu jenis silikon terbaik yang banyak sekali dipakai dalam produk perawatan rambut dan kecantikan, yaitu Cyclopentasiloxane.

Jadi, itu dia beberapa campuran zat kimia dalam kosmetik yang dapat Anda cari dan beli di distributor bahan kimia kosmetik. Pastikanlah Anda membeli yang aman digunakan pada kulit dan ramah lingkungan. Jangan sampai produk Anda bermasalah apalagi sampai tersandung kasus hukum karena menggunakan bahan kimia yang dilarang di dalam produk kecantikan, ya!