• Distributor Bahan Kimia Industri dan Makanan
  • supplier bahan kimia
  • Distributor Bahan Kimia Kosmetik
Supplier Bahan Kimia

Distributor Bahan Kimia Industri dan Makanan

Distributor Bahan Kimia Industri dan Makanan

Distributor Bahan Kimia Industri dan Makanan

Bahan kimia industri merupakan bahan kimia yang dibuat melalui cabang ilmu kimia, yang menerapkan pengetahuan secara kimiawi terhadap material produksi dan zat kimia khusus. Untuk distributor bahan kimia industri dan makanan sendiri harus memberikan dampak buruk bagi lingkungan yang diminimalisir. Dalam kimia industri sendiri terdapat beberapa aspek penting yaitu pemahaman tentang racikan materian kimia anorganik dan organik industri.

Untuk dasar dari bahan kimia sendiri yang berasal dari bahan baku organik ialah minyak bumi, batubara dan bahan baku terbaharukan lainnya. Macam-macam produk antara dan akhir berhasil diproduksi melalui itu. Contohnya saja seperti bahan senyawa aromatik yang awalnya diproses melalui bahan baku gas alam, batubara dan minyak bumi yang diperkuat. Dan bahan yang menjadi zat “antara” berikutnya ialah zat seperti alkohol, aldehida, fenol, asam karboksilat ataupun amina. Untuk hasil proses akhirnya maka yang dihasilkan ialah bahan seperti deterjen, zat warna dan produk yang bisa dipakai sehari-hari lainnya.

Bahan Kimia Anorganik

Sedangkan untuk bahan kimia anorganik contohnya adalah belerang, natrium klorida, udara, dan air yang dihasilkan dari berbagai zat antara seperti klorin dan amonia sebagai zat antara. Lalu sebagai produk akhirnya akan menghasilkan asam, alkali, pupuk, kaca, katalis, dan pigmen. Zat antara yang dimaksud disini maksudnya ialah hasil dari setiap reaksi, Biasanya berumur pendek dan sangat jarang untuk bisa diisolasi. Contoh zat antara bisa dilihat pada reaksi hipotesis berikut ini.

A + 2B → C + D + E,

sebenarnya berjalan dengan beberapa tahap

A + B → C + X

X → D + Y

B + Y → E

Dalam reaksi yang ditunjukan di atas, spesi kimia X dan Y adalah yang dimaksud dengan zat antara. Para distributor bahan kimia industri dan makanan sendiri pasti sudah tau akan reaksi ini.

Zat Kimia Pada Makanan

Sedangkan untuk makanan sendiri bahan kimia yang digunakan berupa zat adiktif. Zat adiktif ini ditambahkan pada makanan dengan tidak boleh menutupi kerusakan pada makanan itu sendiri. Berikut daftar zat adiktif yang bisa ditambahkan pada makanan dan beserta kegunaannya.

~ Antioksidan yang bisa mencegah oksidasi pada makanan. Contoh zat adiktif untuk antioksidan ialah : BHA, BHT, dan TBHQ.
~ Bahan pengatur keasaman yang berguna untuk mengatur keasaman pada makanan. Contoh zatnya ialah : Asam cuka (asetat), asam sitrat dan tartrat.
~ Pemanis sintetis yang tentunya berguna untuk memaniskan makanan, yang menjadi pengganti dari bahan gula alami. Contohnya : Aspartam, sakarin, dan siklamat.
~ Pengawet, yang merupakan bahan penting bagi makanan untuk menghambat pembusukan pada makanan itu sendiri. Atau bisa disebut sebagai penghambatan bagi ~ mikroorganisme perusak makanan untuk merusak makanan tersebut. Zat pengawet sendiri biasanya yang dipakai adalah Asam benzuate dan asam sorbat.
~ Pewarna makanan yang tentunya memiliki fungsi untuk memberikan warna pada makanan, untuk zatnya yang biasa dipakai adalah beta karoten, turmeric, tartrazin dan karmoisin.
~ Penyedap rasa yang berfungsi sebagai pertegasan pada rasa makanan. Contoh bahannya adalah MSG, HPV (Hydrolisis Vegetable Protein), garam guanilat dan inosilat.

Untuk dapat mendapatkan bahan-bahan zat adiktif bagi makanan ini bisa dicari pada distributor bahan kimia industri dan makanan. Pencariannya bisa dilakukan di internet, dengan keyword tersebut. Dan anda akan menemukan nama Sumber Berlian Kimia yang merupakan distributor bahan kimia industri dan makanan terbaik yang ada di Jakarta.

Bahaya Dari Penggunaan Zat Adiktif

Meskipun penggunaan dari zat adiktif memiliki banyak fungsi yang sangat berguna bagi kehidupan. Terutama apabila menggunakan zat adiktif alami (dari alam) yang tidak banyak menimbulkan bahaya untuk kesehatan manusia. Berbeda dengan zat adiktif yang dibuat secara sintetis, biasanya banyak menimbulkan resiko bagi kehidupan kesehatan manusia. Contoh-contoh bahaya yang bisa ditimbulkan dari zat adiktif itu ialah.

~ Zat adiktif pada penyedap rasa ~

Penyedap rasa ini yang biasa digunakan adalah mono sodium glutamat (MSG) yang biasa terdapat pada hasil fermentasi pembuatan kecap. Untuk penggunaan yang normal, maka bahan ini tidak akan menimbulkan resiko. Namun, apabila digunakan dalam jumlah yang berlebihan maka akan membuat timbulnya gejala “Chinese Restaurant Syndrome”. Merupakan gejala yang timbul dan menyebabkan rasa letih, sakit kepala dan haus yang berlebihan.

~ Zat adiktif pada pemanis sintetis ~

Contoh untuk pemanis yang berbahaya adalah Dulsin. Karena, pemanis buatan ini memiliki daya manis 250 kali dibanding daya manis sukrosa. Dan dapan menyebabkan kanker yang sudah diuji coba pada hewan. Pemanis ini juga sudah dilarang penggunaannya oleh Depkes RI. Selain dulsin, ada lagi pemanis sintetis lainnya yaitu seperti sakarin, siklamat, dan juga aspartam. Sebenarnya pemanis sintetis ini bagus juga untuk pengguna penderita diabetes dan untuk diet.

~ Zat adiktif pada penggunaan pewarna ~

Penggunaan pewarna sintetis ini bila dipakai dengan jumlah yang berlebihan, maka dapat menyebabkan kanker pada kandung kemih dan juga kelainan pada ginjal. Untuk pewarna sendiri yang dilarang penggunaannya di Indonesia oleh Depkes RI yaitu penyalahgunaan pada pewarna untuk tekstil namun digunakan untuk makanan. Beberapa contoh ialah rhodamin B, Magenta, Auramin dan lain-lain yang bisa dipakai untuk sirup dan bahan makanan lain. Penggunaan pewarna-pewarna ini sangatlah berbahaya bagi kesehatan yang menyebabkan kerusakan ginjal dan kandung kemih.

~ Zat adiktif pada pengawet ~

Sebenarnya zat adiktif untuk pengawet akan berbahaya bagi tubuh bila digunakan secara terus-menerus. Contoh zat pengawet yang berbahaya adalah benzoat, monogliserida, digliserida, nitrat, nitrit, dan sulfit. Jangan gunakan secara berlebihan karena tidak baik bagi kesehatan. Yang lebih mencengangkan lagi bahwa pengawet buatan juga memiliki peran dalam perilaku anak-anak yang hiperaktif.

Tips Aman Pilih Makanan

Selalu amati makanan yang ingin dikonsumsi, bila berwarna yang terlalu mencolok dari warna makanan yang sebenarnya lebih baik jauhi. Kerena kemungkinan sudah ditambahkan dengan bahan pewarna yang berlebihan atau berbahaya. Tidak lupa untuk cicipi sedikit rasa makanan, biasanya lidah memiliki kemampuan yang jeli menentukan makanan yang aman atau tidak. Biasanya yang ditambahkan bahan berbahaya memiliki rasa yang sangat tajam. Jangan lupa untuk lihat kualitas makanan tersebut apakah sudah berjamur atau tidak. Bia mana sudah berjamur maka itu menunjukan proses pengawetan yang tidak berjalan sempurna.

Untuk lebih amannya lagi, amatilah komposisi yang terpampang di produk tersebut. Juga jangan lupa untuk melihat apakan produk tersebut telah didaftarkan di badan POM (pengawas obat dan makanan). Namun, untuk keamanan belum tentu bila orang lain makan aman, maka anda juga aman, tentunya reaksi seperti ini terjadi terhadap berbeda-beda orang dan macam alergi yang diderita. Bila ingin lebih amannya lagi dalam membeli bahan kimia untuk makanan, silahkan kunjungi Supplier Bahan Kimia.